1. Percakapan rohani pada intinya berisi sharing pengalaman doa, bacaan rohani dan refleksi atas pengalaman hidup. Ini dimaksudkan untuk saling memperkaya pengalaman rohani, membangun komunitas, dan kepekaan hati kita.
untuk Kalangan terbatas, khusus Jesuit.
Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.
Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.
"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”
Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.
Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.
"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”
Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.
Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.
"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”
Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.
Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.
"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”
Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.
Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.
"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”
Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.
Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.
"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”
1. Percakapan rohani pada intinya berisi sharing pengalaman doa, bacaan rohani dan refleksi atas pengalaman hidup. Ini dimaksudkan untuk saling memperkaya pengalaman rohani, membangun komunitas, dan kepekaan hati kita.
2. Secara kelompok, berkumpullah di tempat yang dirasa nyaman dan membantu hening.
3. Ada 1 orang yang memimpin doa, lalu mengajak bersama merasakan kehadiran Tuhan dan sahabat dalam retret.
4. Sharing putaran 1: masing-masing mengungkapkan pengalaman rohaninya. Setelah 1 putaran selesai, hening sejenak, merasa-rasakan tersentuh hatinya oleh sharing para sahabat
5. Sharing putaran 2: mengungkapkan SATU HAL yang paling menyentuh hati atau memberi pencerahan rohani dari banyak hal yang didengar dari sahabat-sahabat dalam kelompok.
6. Sharing putaran 3: Setelah hening sejenak dan merasa-rasakan kembali sharing di putaran 2, bisa dilanjutkan kemudian dengan mengungkapkan satu kata atau frase yang dirasa menjadi paling dikehendaki Tuhan
7. Setelah semuanya selesai, percakapan rohani ini bisa ditutup dengan doa penutup.